Kamis, 10 Juli 2014

MILAD 50 IMM, DPD IMM JATIM Gelar Road Show Seminar Dan Diskusi Publik di Lamongan

MILAD 50 IMM, DPD IMM JATIM
Gelar Road Show Seminar Dan Diskusi Publik di Lamongan


Lamongan, Dalam rangka memperingati Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang ke 50 tahun. DPD IMM Jawa Timur menggelar acara Seminar dan Diskusi Publik dengan tema "50 Tahun IMM; Menyemai Ide, Menebar Kesalehan, Mewujudkan Kemandirian Bangsa. Kegiatan milad kali ini dibuat Road Show yang di awali di Aula Mas Mansyur PWM jatim selanjutnya lamongan sebagai tempat kedua kegiatan memperingati milad IMM ke 50 ini. 
Acara yang dihadiri oleh kader IMM Lamongan, Gresik dan Tuban  ini diadakan pada hari Kamis, (20/3/2014) pukul 09.00 WIB bertempat di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan muhammadiyah Lamongan. Pada kesempatan kali kegiatan yang turut mengudang dalam acara pembukaan dihadir Sekretaris Umum PDM lamongan Bapak Drs Shodikin M.Pd, Ketua STIKES Muhammadiyah Lamongan Bapak H. Budi Utomo, M.Kes dan dibuka oleh Bapak Yuhronur Efendi, MM selaku Sekda Kabupaten lamongan
Dalam sambutan pembukaan ketua umum DPD IMM Jatim, Najih Prasetyo,“menyinggung bahwa kinerja dari pemerintahan Indonesia ini masih jauh dari harapan disatu sisi mentri ekonomi mengembor-gemborkan gerakan ekonomi kerakyatan disisi lain mentri perdagangan masih mengimpor barang-barang dari luar negri” imbuhnya.
Dalam kesempatan pertama sebagai nara sumber Bapak Moh Mirdasy menyampaikan “ PILEG 2014 sebentar lagi akan digelar kalau ketika kita melihat system dan prilaku elit partai maupun prilaku para pemilih sangat miris sekali, system proposional terbuka sehingga para calon legislatif demi meraup suara terbanyak dan demi bisa menduduki kursi di gedung Dewan Pimpinan Rakyat menghalalkan segala cara, dan prilaku pemilih yang sering mengatak wani piro”.  Ungkap Kakanda Mirdasy yang juga alumni IMM.
Memperoleh kesempatan kedua sebagai nara sumber Bapak Prof. Dr. Zainudin Maliki, MA mengatakan “ Pendidikan di indonesia harus otentik, para guru tidak hanya pandai NGAJI (ngarang biji) dan UN adalah bagaikan musim kemarau satu tahun habis dengan  hujan satu kali ” jelas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Disela-sela seminar ada hal menarik ketika Bapak Prof. Dr. Zainudin Maliki, MA., para kader IMM para peserta seminar dalam seminar diberi pertanyaan. Pilih mana sikat gigi rutin tiap pagi hari atau pilih lulus UN. Itu disambut riuh oleh peserta yang agak kebingungan dalam menjawab, karna itu Indonesia pendidikanya yang berbasis angka imbuhnya.(Rusli)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar