Kamis, 10 Juli 2014

SEMINAR DAN DIKSUSWATI

SEMINAR DAN DIKSUSWATI

Terdapat indikasi pada remaja - baik di perkotaan maupun perdesaan - yang menunjukkan meningkatnya perilaku seks pra-nikah. Namun, menarik dipertanyakan adalah apakah mereka memahami resiko-resiko seksual yang menyertainya? Berdasarkan studi di 3 kota Jawa Barat (2009), perempuan remaja lebih takut pada resiko sosial (antara lain: takut kehilangan keperawanan/ virginitas, takut hamil di luar nikah karena jadi bahan gunjingan masyarakat) dibanding resiko seksual, khususnya menyangkut kesehatan reproduksi dan kesehatan seksualnya.

Padahal kelompok usia remaja merupakan usia yang paling rentan terinfeksi HIV/AIDs dan Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya. Bahkan, dalam jangka waktu tertentu, ketika perempuan remaja menjadi ibu hamil, maka kehamilannya dapat mengancam kelangsungan hidup janin/bayinya.
Maka kami dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Lamongan ketua bidang Immawati akan menyelenggarakan seminar DIKSUSWATI ( Pendidikan Khusus IMMawati) Informasi mengenai masalah kesehatan reproduksi, selain penting diketahui oleh para pemberi pelayanan kesehatan, pembuat keputusan, juga penting untuk para pendidikan dan penyelenggara program bagi mahasiswa, agar dapat membantu menurunkan masalah kesehatan reproduksi remaja.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Juni 2014 bertempat di TK ABA Desa Surabayan Kecamatan Sukodadi, dihadiri sekitar 70 IMMawati serta PC. NA dan PR NA se-Sukodadi seminar”. Kabid IMMawati Asti Rafika dalam sambutanya mengatakan “ Bahwa perempuan Indonesia harus mampu berkiprah diruang publik”. Karna kebiasaan orang – orang desa perumpuan biasanya hanya bisa macak, masak dan manak. Tujuan seminar ini peserta minimal mampu secara kognitif menjaga kesehatan dan mendeteksi sejak dini kesehatan alat reproduksinya.


Dengan mengangkat tema “ Refleksi Perjalanan Cinta Sang Ibu” dikatkatakan oleh IMMawan Achmad Rusli selaku Ketua Umum PC. IMM lamongan dalam sambutanya “ Bahwa perempuan adalah ibu sehingga harus bisa refleksi diri dalam perjalanan hidupnya karna dikarunia kelebihan punya alat reproduksi ternyata banyak penyakit yang mematikan yang sewaktu-waktu bisa mengancam seorang perempuan”. Sebagai Nara Sumber kali ini mengundang Ibu Lilin Turlina, M.Kes (Dosen STIKES Muhammadiyah lamongan) pemateri tunggal dalam seminar Diksuswati. (Rusli)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar