Minggu, 13 Juli 2014

PELANTIKAN PC. IMM LAMONGAN Periode 2013-2014

PELANTIKAN PC. IMM LAMONGAN
Periode 2013-2014
“Gerakan Menyongsong Setengah Abad: Al-Ma’un dan Intelektualisme Islam
menuju Peradaban Utama"

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Lamongan telah siap untuk ber-aksi di arena perjuangannya khususnya di kalangan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, Kabupaten Lamongan serta dalam wacana Global baik Nasional maupun Internasional pada umumnya. Ditandai dengan prosesi pelantikan Pimpinan terpilih oleh DPD IMM Jawa Timur yang diwakili oleh Kakanda Adam Muhammad.
Pelaksanaan Pelantikan ini bertempat di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan pada hari Sabtu, 13 juli 2013. Pelaksanaan berlangsung mulai pukul 10.00 wib dan di akhiri dengan kajian sekaligus buka puasa bersama Pimpinan Cabang dan segenap undangan (PK.IMM Se-Kabupaten Lamongan). Pelantikan dipimpin oleh perwakilan DPD IMM Jatim Immawan Adam Muhammad, ditandai dengan pengucapan ikrar Pimpinan Harian PC IMM Lamongan periode 2013-2014.


Pada dasarnya pada peralihan tampuk pimpinan ikatan pasti terdapat harapan untuk menjadi semakin baiknya ikatan, Grand-grand idea baru, Narasi baru, Ijtihad baru serta semangat baru dalam perjalanan tampuk pimpinan ikatan periode kedepan. Didalam momentum bulan yang suci, bulan Ramadhan yang penuh berkah diharapkan juga akan memberikan keberkahan terhadap ikatan yang dilantik pada bulan mulia ini. Banyak sekali wejangan yang diberikan pada kesempatan sambutan, baik dari Pimpinan Lama (2012-2013), Pimpinan Baru (2013-2014), DPD IMM Jatim, serta PD Muhammadiyah Lamongan.

Sebagai pembuka, di dalam sambutan ketua umum PC IMM 2012-2013 M. Anang Nafi’uzaky yang akrab di sapa “Mas Jack” menyampaikan selamat kepada Pimpinan yang baru terpilih dan dilantik supaya lebih baik lagi dalam kepemimpinan periode kedepan. Mas Jack juga mengingatkan kepada kita bahwasannya Muhammadiyah sekarang berbeda dengan Muhammadiyah zamannya KH. Ahmad Dahlan yang masih murni bergerak untuk selalu berpihak kepada Masyarakat menengah ke bawah. Disinggungkan dengan Artikel bapak Dr. Amin Abdullah yang berjudul Muhammadiyah dan Tantangan Modernitas, rasanya sudah cukup bukti bahwa Muhammadiyah dikhawatirkan akan terjebak ke dalam budaya Modernitas. Yaitu budayaKonsumeristik, budaya Populer, dan sikap Hedonistik yang masuk ke dalam Muhammadiyah dan merusak ruh gerakan. Didalam mengakhiri sambutannya ia juga berpesan supaya kita (PC IMM Lamongan) mampu menjadi warna di persyarikatan Muhammadiyah. (edt)

Menyambung sambutan Mas Jack, ketua IMM terpilih, Achmad Rusli yang akrab di sapa “Mas Mbadug”  dengan memaparkan berbagai macam tantangan Dehumanisasi di era yang kian menyemarakkan krisis Moral ditengah masyarakat umum maupun di kalangan Muhammadiyah baik itu krisis ekonomi(adanya jurang pemisah antara si Miskin dan si Kaya), krisis social(karena teknologi yang semakin canggih menjadikan masyarakat semakin kurang memperhatikan sekitar), krisis budaya (Pop Culture), krisis politik (tidak lagi memperhatikan  -sebagai landasan- politik moral gagasan Dr. Amin Ra’is). Dia juga berharap dukungan dari semua anggota dalam menjalankan periode kedepan dengan system Collectif Collegea yang ada dalam ikatan. Dalam mengakhiri sambutannya dia menyampaikan kepada para Immawan/I yang hadir agar IMM sebagai kader harus mampu menjadi Agen di wilayahnya masing-masing dalam menyiarkan dan menggaungkan Muhammadiyah dan IMM, sehingga diharapkan  IMM bisa menancap dalam ke bumi dan menjulang tinggi ke langit. (edt)

Setelah memimpin prosesi pelantikan, tiba waktunya kesempatan untuk DPD IMM Jatim untuk menyampaikan wejangannya kepada PC IMM Lamongan. Dalam sambutan tersebut mas Adam menyampaikan terima kasih kepada kepemimpinan periode sebelumnya, karena dikepemimpinan Immawan Zaky, telah melaksanakan berbagai ijtihad dibidang keilmuan kader. Ia juga menyampaikan selamat kepada kepemimpinan yang baru terpilih dan diharapkan mampu melanjutkan perjuangan ijtihad periode yang lalu serta mengembangkannya.

Ia juga mencoba mengajak kita untuk melihat kondisi bangsa ini yang sudah dalam taraf keterpurukan yang akut sehinggaHigh Politic tidak lagi menjadi landasan berpolitik para politisi kita saat ini di senayan-pusat-, bukan sikap substantive yang dibawa namun hanyalah sikap karikatif –pencitraan politik- yang di tonjolkan. Sebagai contohnya kebijakan menaikkan harga BBM yang diiringi dengan penerimaan BLSM bagi rakyat miskin –yang kita tahu tidak merata-, realitas ini lagi-lagi lebih menggambarkan kebijakan pemerintahan yang hanya bersifat karikatif atau pencitraan. Dalam pelantikan ini di angkat tema yang menarik, bahwa ruh gerakan yang seharusnya di lestarikan dijadikan landasan bergerak, akhir-akhir ini sudah hilang, sehingga IMM-pun di usia yang hampir setengah abad ini diharapkan mampu mengaplikasikan Tri Kompetensi Dasar-nya sehingga jargon yang luar biasa itu tidak terkesan mandeg ditengah jalan. Karena terlihat organisasi kita ini masih termasuk kedalam organisasi yang hanya bersifat momentum, bergerak dalam pergantian pimpinan dan ritual ikatan saja. Kader juga sudah saatnya untuk mempelajari ilmu tafsir –sebagai tuntutan- sehingga harus mendalami ilmu hermeneutika dengan tuntas dan mendalam. Ia juga menyampaikan bahwa Gerakan sosial baru harus menjadi khazanah kajian kritis kita. Di bulan ramadhan ini merupakan momentum yang tepat untuk tema yang diangkat dan menjadi semangat kita dalam mengembalikan ruh gerakan muhammadiyah yakni esensi surat Al-Maun dalam sosial-kemasyarakatan kita.

Sebagai sambutan penutup adalah sambutan danwejangan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lamongan yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Musthofa Nur, S,Pd. MM. Beliau mengucapkan selamat kepada pimpinan terpilih dan peantikan dibulan suci ini semoga memberikan manfaat kepada pimpinan yang baru dilantik sehingga mampu berjuang tidak hanya untuk Muhammadiyah saja tapi IMM harus ikut berjuang untuk Bangsa dan Negara. Dalam mengemban amanah ini para pimpinan harus bisa menyisakan waktu untuk memikirkan organisasi, karena pimpinan akan menemui beberapa macam manusia dalam menjalankan tugas kepemimpinannya diantaranya adalah manusia yang mampu dan mau, mampu tapi tidak mau, tidak mampu tapi mau dan yang terakhir tidak mampu dan tidak mau. Dalam melaksanakan kepemimpinan ini jangan sampai meninggalkan musyawarah dan kebersamaan supaya organisasi bisa berjalan dengan maksimal. Beiau juga berpesan supaya IMM harus berfikir lokal namun berwawasan nasional dan internasional. Maka dari itu kader IMM haruslah menguasai Trik, memiliki jaringan (sinergi), professional, menguasai informasi dan belajar seumur hidup harus menjadi semboyan. Sebagai penutup sambutan, beliau mengingatkan bahwa naskah pelantikan (SK) dari DPD IMM Jatim adalah masih berbunyi “dianggap mampu” oleh karena itu kepengurusan periode kedepan harus mampu membuktikan bahwa PC IMM Lamongan ini benar-benar mampu mengemban amanat sebagai pimpinan.

Berbagai pesan wejangan telah diberikan dan selau teriring do’a serta harapan agar PC IMM Lamongan periode 2013-2014 semakin baik, semakin berjaya, dan semakin bisa diandalkan, baik itu kualitas moral maupun kualitas intelektual.(Arian Yusuf Wicaksono)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar